Category Archives: Mujtama’

“Lockdown or not?” pertanyaan yang keliru

Kontroversi soal kebijakan lockdown ini ternyata masih belum beres pada tataran definisi. Jadi, tidak terlalu relevan untuk membuat pilihan dikotomik seperti ini. Maka, pertanyaan “lockdown or not?” tentu menjadi keliru diajukan. Pun, untuk menjawabnya, kita mesti membuat batasan supaya tidak terjadi kebijakan yang ambigu: lockdown seperti apa dan hal bagaimana dilakukan? Continue reading “Lockdown or not?” pertanyaan yang keliru

Responsibilitas Sosial Kita Semusim Wabah Penyakit

It is a matter of the health community resilience, not merely your own. Crush our egoism in the face of the spreading viral disease!

Membatasi mobilitas antardaerah secara selektif lebih sesuai as-Sunnah dan mengikut arahan otoritas setempat. Artinya, setidaknya ada tiga adab yang in syaa Allah mesti kita perhatikan: (1) keterangan para ahli mengenai karakter penyakit, cara penyembuhan, dan moda persebarannya; (2) maklumat otoritas setempat sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif sebagai bagian dari masyarakat atau entitas politik; serta yang sangat penting (3) tuntutan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menghadapi wabah penyakit ini. Continue reading Responsibilitas Sosial Kita Semusim Wabah Penyakit

Keberagamaan dalam Keberagaman: Junjung Toleransi, Jaga Aqidah

Berikut ini merupakan catatan Defny Holidin asal Osnabrück mengenai Dialog Kebangsaan bersama Imam Shamsi Ali di Hamburg, 20.02.2020. Catatan ini merupakan saduran, bukan ringkasan berkutipan langsung, atas isi dialog.

A. Problem keterjalinan hubungan yang harmonis antarumat beragama terkait dengan persepsi yang keliru mengenai cara keberagamaan kita dalam keberagaman. Di samping itu, ada kecenderungan, sikap yang tidak toleran terhadap pihak lain lebih banyak disebabkan kurang komunikasi dan kurang saling mengenal. Kekurangtahuan kita mengenai seseorang/sesuatu cenderung menjadikan kita lebih banyak “curiga” mengenai seseorang/sesuatu tersebut. Continue reading Keberagamaan dalam Keberagaman: Junjung Toleransi, Jaga Aqidah